Di saat banyak rekan seangkatannya mulai berhenti berkarya, Bambang Sadono justru masih terus menyalakan api kreativitas.
Enam tahun lalu ia memulai sebuah usaha media dengan modal yang tidak sepenuhnya berupa uang. Modal utamanya adalah ide, jaringan pertemanan, keberanian memulai, serta keyakinan bahwa pengalaman panjang tidak boleh berhenti menjadi kenangan.
Dari langkah sederhana itu, kini lahirlah Kelompok Bangsa Media.
Ribuan podcast telah diproduksi, sejumlah buku diterbitkan, dan majalah terus berjalan.
Sebuah perjalanan yang tidak ringan untuk ukuran usaha media independen di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.
Menurut Bambang Sadono, bertahan dalam dunia media membutuhkan lebih dari sekadar semangat. Ide, kapasitas diri, jaringan, kinerja, dan sedikit keberuntungan menjadi fondasi utama untuk terus hidup dan berkembang.
Namun keberhasilan ternyata tidak membuatnya berhenti berpikir.
Di balik pertumbuhan usaha itu, masih ada kegelisahan yang ia rasakan sendiri.
Usaha tersebut, menurut pengakuannya, masih sangat tergantung pada dirinya. la mulai memikirkan kaderisasi, berharap ada generasi penerus yang mampu menjaga sekaligus mengembangkan apa yang telah dibangun.
Tetapi sampai hari ini, ia merasa belum menemukan sosok yang benar-benar siap diharapkan, termasuk dari anak bungsunya sendiri.
Mungkin di situlah tantangan terbesar sebuah karya. Bukan sekadar membangun, tetapi memastikan api itu tetap menyala ketika pendirinya mulai melambat dimakan usia
Perjalanan enam tahun itu akhirnya bukan hanya cerita tentang bisnis media, melainkan juga tentang keteguhan seorang manusia yang menolak berhenti berkarya.
Penulis : Drs. H. Sudadi – Wartawan Senior